Blogsite for YIA’s 30th Anniversary Event 2013 with Ueshiba Mitsuteru Waka-sensei

This is a link to blogsite dedicated for YIA’s 30th Anniversary Event, held on October 4th – 6th, 2013 in Jogja Expo Center in Yogyakarta.

http://yiaseminarjogja2013.wordpress.com/

Advertisements

Awareness

You cannot force it

But it is inevitable

You cannot predict it

But it will unfold

You cannot foresee it

Yet it is here

You cannot grasp it

Still you will feel it

It is a sudden impact

Surprisingly, it softly flows

The first of morning dew

The early light

The end of a dream

Awaken


Sensei

Gelar “sensei” bukan berarti “guru”, secara harafiah gelar ini diartikan sebagai “mereka yang terlahir lebih dulu”. Gelar ini digunakan untuk menandakan bahwa individu yang dimaksud memiliki kemahiran tertentu dan berpengetahuan. Di Jepang, gelar sensei melekat pada setiap individu yang berkecimpung dalam hampir setiap bidang profesi, bukan hanya di bidang ilmu beladiri, maka gelar ini melekat di nama individu yang bersangkutan baik di dalam maupun di luar lingkungan kerjanya. Karena gelar ini merupakan sebuah bentuk penghormatan, maka tidak dibenarkan bagi seseorang untuk melekatkan gelar sensei pada namanya sendiri, karena ini menandakan keangkuhan. Secara umum, dalam kebanyakan ilmu beladiri Jepang, seorang praktisi mulai memperoleh panggilan sensei yang melekat pada namanya ketika mereka sudah memegang tingkatan sabuk hitam dan-3, dan telah memiliki pengalaman mengajar sebagai senior selama 3 tahun.

Seorang sensei dituntut untuk mampu melakukan apa yang ia ajarkan, ia mewakilkan apa yang ia kuasai, di pihak lain, seorang pelatih memiliki tugas yang lebih ringan, ia hanya dituntut untuk mampu melatih apa yang ia pelajari tanpa perlu menguasainya secara penuh. Secara tradisional, seorang sensei akan melatih para muridnya melalui pengalaman, yaitu berarti lebih banyak berfokus ke praktek untuk melalui proses pembelajaran tanpa banyak pertanyaan. Pada dasarnya seorang sensei akan melatih murid-muridnya untuk memperoleh pencapaian melalui pengalaman belajar mereka masing-masing. Tidak seperti pelatih yang hanya bertanggung jawab mengajarkan materi, maka sensei secara tradisional memiliki tugas untuk mendidik dan mengajar murid-muridnya, serta membentuk mental dan karakter.


The Return

To me the thrust approaching
Gracely I’m at your side
Worry not my dear friend
I’m with you in every step
Let me take your hand
Together we danced the circles
A look into my eyes
And to you I return the favor


I Enter

It was a stray of lightning

And there I offered my head

Cleansing my soul

In serenity

I defy opposition

Within compassion

I embrace them

Lost in time

Filled the gap

I watched their back

And keep the peace

 


%d bloggers like this: