Latihan dan Pemahaman

Latihan terdiri dari aspek fisik dan spiritual. Latihan dari sisi fisik mengikutsertakan proses bagaimana menghasilkan kekuatan fisik yang tersimpan di bawah alam sadar. Struktur fisiologis tubuh manusia mampu menghasilkan (menahan) kekuatan kira-kira tiga kali dari kekuatan manusia biasa (setara dengan berat tubuh per individu). Bagaimanapun, menghasilkan kekuatan super semacam itu secara konstan memungkinkan dan dapat merusak jaringan tubuh. Kekuatan dibawah keadaan normal terbatas secara fisiologis, dan ini menjadi ukuran kekuatan normal seseorang. Maka dari itu, dalam situasi darurat, contohnya, kebakaran, jika seseorang mengangkat barang berat, katakanlah sebuah peti atau lemari yang biasanya tidak mampu ia angkat, ini bukanlah keajaiban. Melainkan, kejadian yang alami. Mempertimbangkan bahwa seseorang memiliki kemampuan khusus adalah omong kosong. Dalam dunia kedokteran olahraga modern, kita menggunakan metode interval. Otot mampu mempertahankan kondisinya ketika resistensi (kuantitas latihan) sebanyak 30% dijalankan, tapi kurang dari jumlah ini akan menghasilkan penurunan kemampuan otot. Otot akan berkembang jika resistensi sebanyak 60% hingga 80% diaplikasikan. Lebih dari ini akan menghancurkan jaringan otot. Kemudian, masa istirahat diperlukan dan perkembangan otot dapat dipercepat dengan repetisi resistensi dan istirahat secara regular.

Adalah sangat perlu untuk mengembangkan otot secara bertahap, dan melampaui batas resistensi akan menghasilkan hasil yang berlawanan, kecuali dalam kasus khusus per individu. Tentu saja, ada perbedaan-perbedaan berkaitan dengan umur, kekuatan fisik, struktur tulang, dan ukuran tubuh. Sebagai contoh, otot yang dikembangkan melalui binaraga akan dipertahankan dan berkembang lebih jauh jika ada stimulus yang sesuai. Jika tidak dipergunakan dalam jangka waktu lama, kemampuannya akan menurun dari kondisi semula atau bahkan dapat menjadi “kelebihan beban” dan menjadi berbahaya. Kita sering mendengar kasus dari orang-orang yang terlibat dalam olahraga selama masa sekolah, dan setelah lulus menghentikan kegiatan fisik hingga kesehatan tubuhnya menurun secara drastis

Tubuh memiliki batasan-batasannya, namun pikiran tidak memiliki batasan. Pikiran bebas dan tidak terbelenggu. Bahkan anda dapat mengikat tubuh dangan tali (materi), namun pikiran tidak dapat diikat. Hal-hal tersebut yang mengikat pikiran adalah keyakinan dan ilusi. Pikiran menggerakkan tubuh, dan tubuh dapat memperkaya atau merusak pikiran.

Mari kita bercermin pada makna latihan. Dapat dikatakan bahwa latihan adalah untuk mengembangakan tehnik melalui pengulangan, tapi ini hanyalah penampilan luar belaka. Faktanya, makna sejatinya adalah untuk memperoleh keyakinan. Jika anda tidak berlatih dengan pemahaman yang benar sejak awal, maka anda akan terpenjara oleh bentuk. Pikiran yang bereaksi pada bentuk yang “terbelenggu” akan menjadi pikiran yang sempit. Anda tidak boleh hanya mengacu kepada bentuk semata. Bentuk harus sangat bebas dan tidak terjebak dalam keseragaman. Setiap orang memiliki karakteristik, tipe tubuh dan kondisinya masing-masing. Tidak ada satu cara pun untuk menyeragamkan tehnik ke dalam satu bentuk yang sama. Walaupun secara kasat mata bentuk terlihat sama, tampilan diri seseorang akan terekspresikan. Manifestasi dari diri yang sesungguhnya adalah perlu dan untuk tujuan inilah latihan diperlukan. Tehnik (bentuk) berfungsi sebagai patokan pembelajaran dari prinsip-prisip alam. Tujuan latihan adalah “isi” dan bukan latihan bentuk. Pengertian dari “isi”, makna dan tujuan tehnik menghasilkan pikiran yang kaya dan kepercayaan diri yang luas (keyakinan). Tehnik adalah ekspresi pikiran melalui tubuh, dan bukan untuk memaksa seseorang ke dalam suatu pola, atau membatasi pikiran mereka. Evolusi dari sebuah objek (lit. Bahasa Jepang: mono) menjadi suatu tehnik, dan satu tehnik (pergerakan) adalah satu arah evolusioner. Jika anda terlalu mementingkan satu arah saja (atau terbelenggu olehnya), anda tidak dapat menangkap arti dari evolusi yang lebih besar. Segalanya yang berevolusi timbul dari sebuah pusat (center). Melalui gerakan alami dari pusat tubuh, tubuh bergerak maju, mundur, ke kiri dan kanan, atas atau bawah menghasilkan keseimbangan yang fleksibel. Apa yang menggerakkan centrum adalah pikiran yang bebas, tidak terbelenggu. Cukup tepat untuk menyatakan bahwa tehnik dan latihan dimaksudkan untuk menumbuh-kembangkan pikiran yang bebas, tidak terbelenggu dan berkembang. Adalah penting untuk diingat bahwa jika anda terjebak hanya dalam aspek fenomenal, pikiran akan menjadi sempit. Jika anda berlatih dengan pikiran yang masuk akal, bebas dan tidak terbelenggu, seperti yang saya sebutkan sebelumnya, anda membentuk otot selain diri anda sendiri, dan secara alami membuat tubuh lebih sehat. Lebih jauh lagi, tubuh yang sehat menghasilkan pikiran yang terbuka. Penting untuk memahami ungkapan yang sering kita dengar “Pikiran memimpin dan tubuh akan mengikuti” juga”Tubuh dan pikiran adalah satu kesatuan” Kesulitan besar akan timbul jika anda menyalahartikan konsep ini, dan saya kuatir hal ini akan berujung pada “Kereta ditempatkan di depan kuda” (peribahasa: pemahaman yang terbalik). Kihon-waza adalah panduan (makna), tapi tidak sama dengan latihan landasan tehnis (kiso). Masalah timbul jika anda memiliki pemahaman salah kaprah antara dasar (basic/kihon) dengan landasan tehnis (kiso). Dengan mempelajari tehnik anda memperoleh kepercayaan diri secara mental dan ketenangan, tapi kecuali anda dapat mengaplikasikan keunggulan ini secara tepat dalam hidup sehari-hari, hal-hal tersebut tidak akan berarti. Apa yang diperlukan dan masuk akal di masa sekarang bukanlah kekuatan fisik yang hebat, atau tehnik (yang diekspresikan oleh tubuh), tapi jiwa yang lembut.

Ketika anda berlatih, adalah penting untuk beradaptasi dengan tingkat kemapuan rekan anda. Anda tidak diperbolehkan memaksa rekan anda melakukan hal-hal yang sudah dapat anda lakukan. Sebagai contoh, adalah tidak masuk akal untuk meminta seorang siswa sekolah dasar mengerjakan tugas di tingkatan sekolah menengah. Ketika mereka mencapai sekolah menengah mereka secara alami data melakukan hal-hal tersebut. Apa yang penting adalah menunjukkan petunjuk-petunjuk yang sesuai dengan tingakatan kemampuan rekan anda, dan berusaha untuk memancing keluar kemampuannya yang tersimpan. Memaksa rekan anda untuk berkembang (bahkan dengan niat baik) tidak akan berhasil. Anda harus membimbing rekan anda dengan sementara menstimulasi ketertarikan dan pengetahuannya akan diri sendiri. Ketika rekan anda memiliki kemauan untuk belajar, pengetahuannya akan diri sendiri akan menghasilkan kemajuan.

Maka dari itu, hal yang terpenting adalah, kemampuan pengajar mengetahui apa yang mereka sendiri lakukan. Jika seorang pengajar mengatakan bahwa Aiki adalah saintifik dan logis, dan bahwa jiwa adalah penting, tehnik mereka haruslah rasional dan logis (fakta: prinsip-prinsip dunia materi), dan penjelasan etis dari dimensi spiritual Aiki (artinya: prinsip-prinsip jiwa) harus diberikan. Ini memerlukan penjelasan mengenai harmoni antara pikiran dan tubuh. Jika anda salah paham hubungan dari sebab dan akibat dalam tehnik dan arti dari ukemi (menerima tehnik), saya rasa anda cuma akan sekedar bermain-main dengan tehnik. Jika anda salah mengerti konsep timur tentang “kekosongan” (ku) anda akan memuja ilusi dari efek “seseorang dapat memahami hanya dengan melakukan saja” atau “mengabaikan penjelasan logis akan hal-hal adalah hebat dan merupakan jalan yang sejati” (Mereka bilang: itu tidak logis). Mereka yang mendandani diri sendiri dengan kehebatan dengan menyebut isitilah seperti “telepati”, “komunikasi yang murni dari hati ke hati” (istilah Zen), dsb., tidak menyadari bahwa mereka telah jatuh ke dalam ideology tanpa proses. Orang-orang tersebut memperoleh kepuasan diri dengan memastikan hasil didapat oleh para pendahulu menggunakan istilah-istilah ideologis, dan tidak mengajukan teori apapun secara khusus. Mereka berpuas diri dan bermanja-manja dengan bermain-main dengan konsep sementara maju ke depan dan melupakan sumbernya. Lebih jauh lagi, jika mereka menjadi sombong dalam hal Aiki, berpikir betapa hebatnya mereka, orang lain yang  dengan serius menyenangi seni ini akan dikecewakan, dan saya kuatir Aikido akan terisolasi dan disalahartikan, serta akan menuju jalan yang berlawanan dari perkembangan yang sesungguhnya. Adalah penting untuk memiliki sikap yang rendah hati yang menganggap semua budo dan olahraga adalah sama indahnya dengan Aiki. Kata-kata dan ungkapan yang rumit tidak diperlukan. Anda harus menjelaskan menggunakan contoh yang jelas agar siapapun dapat mengerti. Fenomena, adalah zat. Saya sering melihat orang-orang yang memuja ilusi bahwa mereka mengekspresikan pikiran atau kata-kata yang mulia menempatkan mereka sebagai yang unggul di masanya

Kita menyebut hal-hal yang belum terjelaskan tersebut sebagai “misteri”. Ini mewakili dunia yang belum ditemukan.Jika belum tiba pada titik tersebut, semuanya harus dianalisa dan dijelaskan. Itu adalah bidang dari sains dan rasionalitas. Objek dari agama adalah jiwa, dimana tidak bisa menjadi objek analisa fenomenal dan ordo (riai) dari surga dan bumi. Sains mempelajari fakta (hal-hal). Agama mempelajari makna (jiwa). Bentuk (tehnik) yang diekspresikan harus diteorikan secara saintifik. Alasannya adalah bahwa bentuk berfungsi sebagai jalan untuk mengekspresikan jiwa. Jika anda tidak menjalani jalan itu dengan benar, mereka yang mengikuti akan mengikuti dalam kegelapan. Adalah penting untuk belajar bagaimana menjalani jalan itu dengan benar. Ketika anda telah terbiasa melakukan ini, anda akan mampu menjalani jalan tersebut sesuai kehendak dengan sendirinya secara bertahap sebagai bentuk ekspresi diri.

Adalah penting juga untuk menangkap makna dari kekuatan kosmik ganda dari yin dan yang (lit. bahasa Jepang: in dan yo). Ini memerlukan peluluhan (lit. bahasa Jepang: shometsu) diri. Dan adalah penting untuk memahami arti “pertemuan” (lit. bahasa Jepang: deai). Segalanya berkembang melalui kontak. Lebih lanjut, anda tidak bisa dengan gamblang menganggap bahwa “maai” adalah “jarak”. Jika anda mengira sesuatu hanya karena orang lain mengatakannya kepada anda atau karena anda diajarkan demikian, anda hanya akan menjadi protagonist dari sebuah pertunjukan komedi yang tidak memiliki eksistensi (karakter) diri. Namun, anda tidak boleh terbelenggu oleh tehnik, tapi harus memahami maknanya. Adalah penting untuk tidak terbelenggu oleh tehnik. Ini dimungkinkan oleh pengetahuan akan batasan-batasan tehnik tersebut. Mereka yang terbelenggu oleh tehnik harus paham bahwa itu adalah ilusi. Bahaya dari orang-orang semacam ini yang mengira ilusi adalah kebenaran sangat sering timbul. Anda harus mengenali eksistensi dari tehnik sebagai maksud untuk mengenali fakta ini. Adalah penting untuk terbelenggu namun tetap memahami bahwa inilah masalahnya. Praktek adalah akumulasi dari latihan yang bertujuan untuk membimbing seseorang dalam mengekspresikan dirinya, dan menuju kesadaran dari kesejatiannya, melalui aspek fenomenal yang nyata. Secara singkat, fakta dan makna harus dikenali sebagai satu kesatuan. Postur tubuh sesuai dengan fakta objektif. Jiwa menyatakan makna yang benar. Ini tidak dapt dicapai dalam sehari. Melalui jangka waktu panjang, tanpa diduga anda akan menyadarinya. Karena ini bukanlah sesuatu hal yang dapat diekspresikan secara langsung dengan kata-kata, pemikiran secara sederhana tidaklah cukup. Kita harus menyadari bahwa disinilah dimana keduniawian dan ilusi berasal. Kita harus senantiasa mercermin dan menemukan pentingnya berlatih dengan rendah hati.

Keterangan:

Sumber artikel :

http://www.aikidojournal.com/article?articleID=558

Artikel ini diambil dari newsletter Universitas Rikkyo tahun 1971, berjudul “Kaiho”, diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Kimura Ikuko dan Stanley Pranin, dan dikontribusikan atas kemurahan hati alm. Kuroiwa Yoshio-sensei, instruktur kepala dari Klub Aikido Universitas Rikkyo, dan praktisi Aikido selama lebih dari 30 tahun

Diterjemahkan ulang ke dalam bahasa Indonesia oleh Imam Raharja, atas izin dari Stanley Pranin, dan juga merupakan artikel yang dimuat dalam majalah Aiki News No. 63 (September 1984)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: