Rei

Kata “rei” menjadi bagian dari istilah “reigi” atau “reigi-saho” yang kita kenal dalam Aikido. Secara luas, istilah ini dikenal di semua ilmu bela diri yang berasal dari Jepang. “Reigi” sering diterjemahkan oleh praktisi barat sebagai “etiquette“, walau sebenarnya “reigi” memiliki makna lebih dalam yang berkaitan dengan aspek kejiwaan dan mental.

Secara harafiah penerjemahan “rei” sendiri ke dalam bahasa Indonesia bisa dikatakan lebih dekat ke makna sebenarnya dalam bahasa Jepang, yaitu “penghormatan”. Dalam sesi latihan kita selalu melakukan penghormatan kepada shomen atas perintah yang diberikan siapapun yang memimpin mulainya sesi dengan kata “rei!

Sebagai gambaran sederhana, kita dapat mengartikan perintah rei sabagai perintah untuk melakukan hormat bendera, atau ketika kita melihat bagaimana sesama prajurit militer melakukan “salute”. Terkadang dalam film-film, kita mendapati kata “respect!“, lalu rekan-rekan di sekeliling tokoh tersebut memberikan hormat.

Dari beberapa huruf kanji dengan pembacaan “rei” sendiri, kita bisa menjumpai keterkaitan dari masing-masing makna:

1. Salute, membungkuk hormat, upacara : 礼

2. Contoh, tata krama, cara menggunakan : 例

3. Keteraturan, undang-undang kuno, perintah: 令

4. Aturan sosial, kesopanan, tata krama: 禮

Dalam Aikido, huruf kanji yang digunakan untuk “reigi-saho” adalah aksara yang pertama. Bertolak dari pengertian aksara saja kita dapat menyimpulkan bahwa secara sederhana, perintah rei yang biasa kita dengar dapat digambarkan dengan perintah “hormat grak!” yang sering dilakukan dalam upacara bendera atau kemiliteran.

Untuk penggunaan secara benar, kita perlu memahami bahwa rei bukanlah cara menyembah, melainkan ini adalah bentuk gerakan khas bangsa Jepang dalam memberikan hormat. Mungkin kita dapat berimajinasi seandainya bangsa Jepang tidak mendapat pengaruh kebudayaan barat, bisa saja mereka melakukan hormat bendera dengan cara membungkukkan badan. Dengan demikian penggunaannya dalam Aikido di negara lain seperti negara-negara barat atau di Indonesia sendiri perlu dipahami bahwa ini bukanlah “gesture” untuk menyembah, melainkan suatu tradisi yang harus tetap dilakukan sebagai pengingat dari mana ilmu ini berasal, dan juga sebagai penghargaan atas pencapaian serta manfaat yang diberikan secara luas.

Secara khusus dalam Aikido, dan juga hampir sama dengan ilmu beladiri lain yang berasal dari Jepang, rei dilakukan ketika:

1. Memasuki/meninggalkan tempat latihan, juga saat perintah “shomen ni rei” setelah mokuso

2. Sebelum (dengan ucapan “onegaishimasu“) dan sesudah melakukan latihan tehnik dengan rekan (berterima kasih dengan ucapan “arigato gozaimasu“)

3. Sebelum menerima petunjuk dari instruktur atau praktisi senior (dengan ucapan “onegaishimasu“), lalu setelah pemberian petunjuk selesai dilakukan (berterima kasih dengan ucapan “arigato gozaimasu“)

4. Sebelum maju ke depan untuk membantu instruktur memberikan contoh, dan sesudah demonstrasi tehnik selesai, ini dilanjutkan dengan rei kepada peserta lain ketika kita berada di depan untuk membantu instruktur, setelah instruktur mempersilahkan peserta latihan untuk memulai latihan tehnik yang telah didemonstrasikan

5. Meminta maaf kepada rekan jika terjadi kesalahan dalam latihan

6. Meminta bantuan instruktur atau praktisi senior yang berada dekat jika menghadapi kesulitan saat berlatih tehnik

7. Meminta izin bergabung dalam latihan jika terlambat datang, umumnya dilakukan kepada pemimpin latihan, tergantung dari kultur dojo, biasanya seluruh peserta latihan akan merespon balik

8. Mendatangi praktisi senior untuk berterima kasih setelah sesi latihan usai

9. Memberikan respek kepada alat latihan (jo atau bokken). Secara tradisi Jepang, hal ini dilakukan sebagai bentuk penghargaan berkaitan dengan kepercayaan animisme, namun di Indonesia, ini tetap dilakukan sebagai pengingat untuk berhati-hati dalam latihan

10. Menghampiri instruktur atau praktisi senior dalam meminta bimbingan di luar sesi latihan

11. Meminta izin keluar dari dojo untuk sementara untuk keperluan tertentu, dan pada saat bergabung kembali dalam latihan

Rei selalu dilakukan disertai dengan ucapan “onegaishimasu” sebelum hal berkaitan dilakukan, dan “arigato gozaimasu” setelah hal tersebut selesai dilakukan.Walaupun terlihat remeh, dalam Aikido sendiri O-sensei menegaskan pentingnya tata krama dalam latihan, sebagai catatan bahwa tujuan dari penempaan spiritual dalam Aikido adalah sebagai jalan penyempurnaan diri, sehingga etiket, tata krama dan budi pekerti tentunya adalah juga bagian yang tidak terpisahkan dari latihan.

Satu aspek yang tidak pernah disinggung berkaitan dengan rei adalah aspek teknis yang terkandung di dalamnya. Di tempat saya melatih, seorang pemula akan mengalami setidaknya satu kali dimana rei dilatih secara khusus, adapun manfaatnya secara teknis adalah:

1. Melatih fokus. Ada perbedaan dalam tata cara rei kepada rekan, senior, dan pelatih. Melakukan rei yang berbeda-beda dalam satu sesi latihan menuntut kemampuan otak dalam menghafal dan tetap fokus.

2. Melatih postur. Rei bukan sekedar membungkukkan badan, tetapi dilakukan dengan tetap menjaga tulang punggung lurus. Dengan demikian dengan melakukan rei, kita juga sudah melatih postur.

3. Melatih centrum. Selain dengan tulang punggung yang tegak, rei juga dilakukan dengan menjaga centrum tetap tertanam di bawah, penggambarannya adalah, rei dilakukan dengan cara merundukkan badan, dengan tulang punggung tetap terjaga lurus dan bokong tidak terangkat, atau tetap menempel di telapak kaki, dengan demikian pinggang menjadi poros gerakan. Maka rei menjadi satu cara sederhana dalam melatih centrum.

Ada banyak Aikido-ka yang sering menganggap remeh latihan rei, atau bahkan tidak mau melakukannya. Rei adalah perwujudan respek yang berakar pada budaya, jika hal ini diremehkan maka kemudian saya bisa berkata:

What is the point of becoming great if you don’t have respect?


2 responses to “Rei

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: