Buki-waza/Kihon-waza, Katate-tori Gyaku-hanmi Dai-Ikkyo Omote

Berikut ini gambaran lain untuk analogi te-gatana dengan menggunakan bokken dalam penerapan kihon-waza. Kali ini waza yang didemonstrasikan adalah dai-ikkyo omote.

Demi menjaga kemurnian dari manfaat latihan secara langsung, penulis tidak menyertakan detail yang rinci di halaman ini dan mendorong praktisi untuk mencari sendiri detail yang sesuai dengan pemahaman masing-masing, selain itu juga dikarenakan perbedaan persepsi atas detail-detail yang terkandung dalam kihon-waza.

Tidak ada gerakan yang diubah ketika melakukan waza dengan bokken di tangan, hanya saja tangan kanan tidak bisa digunakan untuk memegang lengan uke.

Even when the sword is out of uke's alignment, ensure that your entire focus is directed to uke's body, as if you are trying to direct the blade to him

Tujuan dari katate-tori yang dilakukan uke bukanlah hanya sekedar pegangan, namun sebagai gambaran langkah awal penyerang untuk menghentikan gerakan nage, pada aplikasinya, katate-tori dapat dilanjutkan dengan atemi menggunakan tangan yang lain, ataupun kaki. Pastikan bahwa uke melakukan katate-tori dengan intensi menghindari dan mencegah kelanjutan ayunan pedang.

Continue with omote-sabaki, position yourself in front of uke diagonally with left foot forward, maintain the direction of your focus to uke. Deliver atemi with the tip of the sword, note that your right hand should also move in a proper te-sabaki to create kuzushi

Atemi pertama pada dai-ikkyo dilakukan sebagai analogi irisan vertikal dari bawah ke atas, dengan ujung pedang mengarah ke muka. Harus diingat bahwa peran uke disini bukan hanya sebagai “korban”, dengan skenario bahwa bokken adalah katana sungguhan, uke harus memberikan respon yang tepat pada pegangan dan juga sedikit usaha menghalau irisan pedang (harai).

The next cut continued circularly from the last point, aiming the outer-side of biceps, note the turning of right hand. Slightly slide your position backward diagonally while executing the cut to unbalance your uke

Dengan gerakan melingkar, atemi diteruskan dari muka mengarah ke lengan uke. Gerakan ini biasanya merupakan langkah kedua dalam dai-ikkyo yang dilakukan untuk membuat uke kehilangan keseimbangan. Namun dalam latihan, uke sebaiknya tetap berusaha menjaga keseimbangan dengan berusaha mengikuti aliran gerakan nage.

Still in circular motion, from the arm, move the sword-tip slicing uke's neck slightly, continue to the rib or left thigh (not shown in photo) before moving to the back of the neck. Note how the tsuka (sword handle) pressed against uke's elbow the same how we apply slight pressure while in grips, also, I emphasize to keep the direction of ashi-sabaki towards uke, entering him (irimi)

Gerakan selanjutnya adalah kita mengaplikasikan kuncian kote-mawashi pada pergelangan tangan uke. Perhatikan bagaimana uke menjaga koneksi dengan tetap menjaga kontak visual, mengawasi setiap gerakan yang dilakukan nage. Perlu diingat bahwa setiap langkah dalam ashi-sabaki yang dilakukan nage seharusnya berupa irimi, yaitu gerakan memasuki radius uke.

In this shot you can see clearly how we apply a pin by using the tsuka, maintain the alignment of the sword to uke's neck, all the details shown is similar to dai-ikkyo done empty-handed

Ini adalah posisi akhir dalam eksekusi dai-ikkyo, perlu juga diingat untuk tetap menjaga zanshin ketika melepas kuncian dengan tetap mengarahkan bokken ke arah kepala nage sementara kita bangkit dari posisi kiza (tidak ditunjukkan di foto).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: