Katate-tori

Salah satu serangan yang paling dasar dalam Aikido adalah katate-tori. Serangan ini diskenariokan dengan posisi yang spesifik, salah satu tangan uke memegang tangan nage yang berlawanan, misalnya, tangan kiri uke memegang tangan kanan nage, posisi kaki juga berlawanan, yaitu jika nage memposisikan kaki kanannya di depan dalam kamae, maka uke menghadapinya dengan gyaku-hanmi, atau posisi kaki yang berlawanan, dengan kaki kiri di depan.

Pertanyaan yang paling umum kemudian muncul, apakah maksud yang sebenarnya dari bentuk serangan ini? Pada awalnya seorang praktisi akan dilatih untuk menghadapi bentuk serangan pegangan. Pertama-tama, hal ini dimaksudkan untuk mempermudah nage dalam merasakan intensi yang diberikan kepadanya, namun kemudian jikanage kemudian hanya terbiasa dengan kogeki (cara menyerang) pegangan, maka reaksinya terhadap serangan lepas akan menjadi tumpul, maka kemudian permasalahan selanjutnya adalah, ternyata metode latihan untuk merasakan tidak hanya dilatih dengan kogeki dalam bentuk pegangan, namun juga dalam bentuk serangan lepas seperti shomen-uchi atau yokomen-uchi, dan katate-tori hanyalah salah satu variasi dari kogeki.

Lalu muncul pertanyaan selanjutnya, jika kemudian katate-tori hanyalah salah satu variasi dari kogeki, darimana ide awal untuk melatih katate-tori ini pada awalnya muncul? Ditarik lebih jauh ke masa para samurai, maka kita dapat mengetahui bahwa kogeki dalam bentuk pegangan umumnya dilakukan untuk melumpuhkan para samurai agar mereka tidak dapat mencabut pedangnya dari sarung (nuki-tsuke), atau agar mereka tidak dapat mengayunkan pedang jika pedang tersebut sudah tercabut dari sarungnya, pegangan ini kemudian dilanjutkan dengan tusukan pisau, atau senjata lain yang berada di tangan penyerang yang lain, maka dengan demikian katate-tori menjadi masuk akal.

Adapun menilik dari penggunaannya di masa lalu, secara aplikatif kogeki dalam bentuk pegangan antara lain berfungsi untuk:

  1. Memastikan bahwa sasaran tetap berada dalam jangkauan
  2. Memastikan bahwa sasaran berada dalam jangkauan serangan senjata yang sudah disiapkan
  3. Memastikan bahwa sasaran tidak bisa menghindar atau lari
  4. Mencegah lawan mencabut pedang
  5. Menjadi titik awal penerapan tehnik tangan kosong tertentu untuk melumpuhkan sasaran

Bertolak dari poin-poin diatas, dan menilik lebih jauh bagaimana pada awalnya kogeki dalam bentuk pegangan terlahir, maka dengan demikian uke akan menjaga mentalitas yang tepat sebagai penyerang, dan bersama-sama dengan nage menempatkan situasi tersebut dalam situasi dan kondisi hidup dan mati, dan bekerja sama menempuh tujuan latihan: cry in dojo, to laugh in the battlefield.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: