Meditasi I

Pengalaman yang saya petik dan juga pengalaman teman-teman ngobrol yang saya peroleh menjadi sumber ide untuk menulis sedikit tentang meditasi. Supaya tidak terlalu bias, maka saya akan mencoba membatasi subjek meditasi pada meditasi untuk Aikido secara umum, yang banyak dipengaruhi oleh meditasi Za-Zen (duduk cara Zen), dan supaya lebih sistematis (I like systematic stuffs) maka saya disini mencoba membahas meditasi dengan berusaha menjawab beberapa pertanyaan atau masalah yang sering kita hadapi dalam meditasi, adapun kembali saya ingatkan bahwa subjek ini berdasarkan pengalaman dan pengamatan pribadi, ditambah kutipan dari beberapa teman yang memiliki ketertarikan sama dengan saya, jadi, semoga bermanfaat.
Meditasi Aikido sangat dipengaruhi oleh Meditasi Zen, namun sesuai dengan budaya Jepang, Za-zen dalam Aikido dilakukan dalam posisi Sei-za yang secara literal berarti duduk bentuk segi empat dalam ruangan. Biasanya jika dilakukan dalam jangka waktu yang lama, para praktisi Za-zen akan menggunakan sebuah bangku kecil untuk duduk, agar kita tidak duduk membebani telapak kaki, namun para rahib Zen yang sudah terbiasa dengan Sei-za biasanya sudah tidak lagi memerlukannya. Dari pengamatan saya, seseorang yang terbiasa Sei-za bisa duduk tanpa bergerak selama setengah jam, ini cukup baik untuk meditasi standar selama 20 menit. Sedangkan bagi praktisi dengan jam terbang yang tinggi tidak akan kesulitan untuk duduk selama 1 jam. Oke, mari kita melanjutkan ke pertanyaan:
1. Bagaimana cara duduk yang baik untuk meditasi?
>> Pada dasarnya tidak ada patokan untuk posisi meditasi, namun dari apa yang saya dapat dari berbagai sumber, posisi meditasi yang paling baik adalah dengan tulang punggung tegak dan tidak bersandar, dan untuk mencapai hasil meditasi yang baik, kita harus berada dalam kondisi se-rileks mungkin.

2. Saya tidak bisa rileks dengan memaksakan duduk tanpa bersandar, apakah meditasi boleh dilakukan dalam keadaan berbaring?
>> Sebenarnya boleh, seperti yang saya sebutkan sebelumnya, tidak ada patokan untuk posisi meditasi, bahkan beberapa metode meditasi seperti dynamic meditation dilakukan dengan cara bergerak secara ekstrim, namun berbaring hanya dianjurkan bagi mereka yang berpengalaman cukup untuk tidak tertidur dalam ketika meditasi, dengan kata lain, posisi meditasi berbaring biasanya hanya bermanfaat bagi praktisi tingkat tinggi. Kalau dalam posisi duduk saja anda masih bisa tertidur, apalagi dalam posisi berbaring.

3. Bagaimana dengan nafas? Bagaimana pengaturan nafas yang baik untuk meditasi?
>> Sama seperti duduk, pengaturan nafas tidak memiliki patokan. Meditasi sangat bersifat subjektif, walaupun memiliki patokan-patokan tertentu yang biasanya berupa anjuran yang sudah terbukti baik. Untuk meditasi Za-Zen dalam Aikido sendiri, pengaturan nafas dilakukan dengan sangat sederhana: tariklah nafas melalui hidung, lalu visualisasikan nafas yang anda hirup bergerak ke atas, melewati belahan tengkorak di ubun-ubun kepala, turun ke sepanjang tulang punggung, lalu bergerak ke bawah depan menuju perut dan bergerak naik ke titik hara/tantien/svadisthana chakra (3 jari di bawah pusar), sampai pada titik ini kita tidak dianjurkan untuk menahan nafas, tapi justru bernafas seperti biasa. Hembuskanlah nafas anda sejalan dengan garis tarikan nafas yang tadi, adapun nafas yang yang dibuang bisa kembali melalui hidung atau mulut. Mokuso di awal dan akhir sesi latihan biasanya memiliki patokan minimal 3 kali tarikan nafas.

4. Kenapa tidak ada pengaturan nafas yang spesifik? Bukankah ini bermanfaat untuk pembentukan ki?
>> Benar, banyak aliran beladiri mengajarkan pengaturan nafas, ini baik dan bermanfaat, namun ada alasan kuat mengapa O-sensei memasukkan Za-Zen ke dalam Aikido dan bukan yang lainnya. Za-zen adalah alami dan sederhana, tidak diperlukan kecemerlangan otak untuk melakukannya, serupa dengan pranayama dalam vipassana, pernafasan dalam Aiki Za-Zen dapat dilakukan oleh siapa saja dalam keadaan apa saja, termasuk dalam situasi pertarungan. Bayangkan jika anda berada dalam situasi perkelahian, anda harus membangun kekuatan mental anda dalam menghadapi serangan dari 4 arah, anda harus fokus dan siaga, tapi anda tetap tidak mampu menyelamatkan diri karena satu masalah sederhana: anda sudah lebih dulu terpukul sebelum sempat melakukan napas segitiga.

5. Saya tidak bisa mengosongkan pikiran ketika bermeditasi.
>> Perlu saya ingatkan, konsensus yang baru di kalangan meditator adalah: ketika meditasi, pikiran anda tidak boleh kosong, tapi fokus. Jika kita mengalami kesulitan untuk memfokuskan pikiran, ini adalah hal yang wajar, terutama bagi praktisi pemula. Perlu dipahami bahwa mengendalikan pikiran adalah salah satu aspek meditasi, kita tidak bisa fokus karena kita belum mampu mengendalikan pikiran kita untuk terfokus pada satu hal, dalam hidup sehari-hari kita terbiasa memikirkan beberapa hal sekaligus agar kita dapat mengimbangi informasi yang masuk ke dalam otak untuk diolah, contohnya, kita terbiasa makan sambil bercakap-cakap, merokok sambil mengemudi, menelepon sambil membaca, dll. Hampir setiap saat, kita melakukan lebih dari satu kegiatan, sekarang pun saya sedang mengetik sambil mendengarkan musik, dengan demikian sesungguhnya meditasi bukan hal yang mudah, karena kita harus melepaskan kebiasaan anda sehari-hari, yaitu memfokuskan diri pada satu hal. Jadi, ketika kita hendak bermeditasi, persiapkanlah diri untuk berfokus pada satu hal, entah itu mendengarkan nafas kita, atau mendengarkan irama musik yang digunakan untuk meditasi, atau mengamati cahaya lilin atau objek apa saja yang bisa menjaga ke-konstanan pikiran, dengan kata lain objek yang membantu kita untuk fokus.

6. Saya tidak bisa bertahan lama berdiam diri dalam satu posisi saja.
>> Tidak masalah, banyak praktisi senior yang mengatakan kepada saya bahwa saya dipersilahkan mengubah posisi sesuka hati, tapi dengan catatan, pergantian posisi tidak dilakukan terlalu sering, tiap 5 menit misalnya, adalah terlalu singkat untuk pergantian posisi, menurut pengalaman saya, untuk pemula ada baiknya kita berlatih untuk bertahan pada satu posisi paling tidak selama 15 menit. Durasi ini kemudian bisa ditambah menjadi 20 menit, lalu setengah jam, lalu jika kita sudah menemukan posisi yang baik untuk kita, kita bisa memperpanjang durasi menjadi 45 menit hingga satu jam. Tambahan catatan, merubah posisi sebaiknya dilakukan dengan sangat perlahan, karena pikiran kita sangatlah lemah, hingga gerakan sekecil apapun mampu membuyarkan fokus, maka gerakan sebaiknya dilakukan dengan sangat perlahan untuk menjaga fokus yang sudah terbangun.

7. Saya sudah sering bermeditasi, tapi saya tidak mendapatkan hasil yang saya harapkan.
>> Ini adalah kesalahan yang paling fatal. Semakin keras kita berusaha maka hambatan anda juga akan semakin mengeras. Hambatan dalam meditasi dapat diandaikan seperti stalaktit/stalakmit, semakin banyak tetesan air maka semakin besar ia akan terbentuk. Semakin kita mengharapkan hasil, maka semakin jauh hasil itu akan berlari meninggalkan kita. Duduklah dengan rileks, fokus, lalu singkirkan semua ekspetasi dan hanyutkan diri anda dalam latihan, nikmatilah meditasi, ini adalah kesempatan baik bagi kita untuk mengistirahatkan pikiran yang sudah terlalu banyak tercemar polusi dari beban hidup sehari-hari, hasil apalagi yang anda inginkan?
Sementara, sekian dulu, perlu saya ingatkan, meditasi adalah subjek yang sangat subjektif, kita tidak bisa membandingkan pengalaman kita dengan orang lain, namun kita bisa belajar dari orang lain jika mereka menawarkan sesuatu yang membantu dalam latihan. Serupa dengan tehnik Aikido, untuk satu tehnik yang sama, kita akan menemui perbedaan di setiap orang. Yang saya tuliskan disini juga tidak lain adalah sedikit pengetahuan yang menurut saya adalah acuan standar untuk banyak praktek meditasi yang pernah saya ikuti, bahwa ternyata ada benang merah yang menghubungkan setiap ilmu, jadi anda boleh menerima atau menolak tulisan saya ini yang bagi saya hanya merupakan semacam tips dan trik saja, yang siapa tahu bermanfaat untuk orang lain, jadi, selamat berlatih, buat yang sudah berpengalaman lebih, saya harap mau menulis dan bisa menulis lebih baik dari saya untuk saling berbagi pengetahuan. Terima kasih dan selamat berlatih! Y(^_^)Y

Advertisements

One response to “Meditasi I

  • joko subagio

    Terima kasih atas pencerahan yang diberikan tentang aikido dan seluk beluknya.
    Saya baru latihan aikido, penjelasan yang Anda berikan sangat detail dan sangat bermanfaat.
    Sekali lagi terima kasih.
    salam hormat,
    Joko Subagio

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: