Mengikuti Seminar Dengan Efektif

Dengan banyaknya input yang diperoleh dari para senior, juga dari instruktur-instruktur asing yang bertandang ke Indonesia, dan dari berbagai sumber, serta pengalaman dari menghadiri seminar demi seminar Aikido, demi membantu para junior khususnya untuk mampu belajar secara efektif, berikut ini adalah beberapa tips dan saran yang pernah diberikan kepada saya sebagai panduan mengikuti seminar bersama shihan/master instructor:

 

1. Respek:

Shihan datang untuk mengajar dan membagikan ilmunya. Respek adalah hal yang mutlak yang ditunjukkan, berpatokan pada budaya dan tradisi hubungan sensei-seito (guru-murid) di Jepang. Adapun pastinya terdapat perbedaan dalam pemberlakuan budaya dan tradisi di setiap bangsa, namun pada dasarnya, adalah standar bagi seminar di luar Jepang untuk memperlakukan shihan sesuai dengan adat-istiadat yang berlaku di Jepang.

Adalah standar dalam seminar untuk hadir tepat waktu, siap di dojo bahkan sebelum shihan datang, dan selalu mempersingkat waktu selama seminar dengan tidak bersantai-santai ketika latihan pasangan diakhiri. Sering terlihat banyak praktisi dengan santainya melenggang ke shimoza ketika instruktur berseru “yame!”, hal ini tidak dibenarkan di dalam seminar, jika instruktur memberikan perintah berhenti, segeralah akhiri latihan yang anda lakukan dengan rekan, lakukan rei dengan benar, dan berlari ke shimoza untuk menunggu perintah selanjutnya. Sebagai gambaran, latihan bela diri di Jepang adalah kesempatan bagi warga sipil untuk merasakan tata cara militer Jepang di masa lalu dan juga memetik manfaat yang sama.

 

2. Tekun

Hadirilah seminar untuk belajar. Seminar harus dibedakan dengan Gasshuku, dimana walaupun gasshuku secara harafiah berarti “menghabiskan waktu (bermalam) di luar tempat latihan formal untuk belajar dengan lebih intensif”, namun semangat kebersamaan juga menjadi hal yang ditekankan.

Tapi hal tersebut bukanlah penekanan dalam seminar, datang ke seminar untuk belajar berarti tidak bercakap-cakap atau berbasa-basi antar sesama peserta, tidak bersenda-gurau, dan sebisa mungkin menyerap apa yang disampaikan shihan dengan berbagai cara seperti seseksama mungkin mendengarkan penjelasan, dan berpasangan dengan rekan yang lebih senior ketika melatih apa yang sudah dicontohkan.

 

3. Tata Krama:

Jagalah “reigi-saho” dengan benar, salah satu artikel di situs ini membahas tentang “rei“, yang menjadi standar umum di seluruh bela diri yang berasal dari Jepang. Jangan sungkan dalam melakukan rei hanya karena paham agama, rei adalah bagian dari budaya Jepang dan bukan merupakan tradisi religius, berpikirlah secara luas, jadikan kesempatan latihan sebagai kesempatan mempelajari budaya bangsa lain.

Pic. source: Castle Rock Aikido Club Blog (http://craikido.blogspot.com)

Rei yang benar turut memberikan manfaat secara tehnis dan berdampak pada tehnik, tanpa rei, kita kehilangan sudah salah satu metode pelatihan “ki“, dimana sesungguhnya metode ini mendukung perkembangan tehnik. Selain za-rei, dikenal juga ritsu-rei, yang dilakukan dari posisi berdiri, ini memiliki makna, esensi dan manfaat yang sama.

Tata krama lainnya perlu diperhatikan selama mengikuti seminar, O-sensei sangat menekankan hal ini ketika berlatih, pakaian haruslah rapi dan bersih, itulah juga mengapa kita sering mendapati instruktur menyela latihan untuk merapikan gi, ketika gi sudah menjadi tidak beraturan akibat ukemi yang dilakukan secara kontinyu. Pakaian yang rapi dan bersih juga turut menjaga kenyamanan rekan saat berlatih bersama kita, kebersihan tubuh juga harus dijaga, jangan sampai latihan terhambat karena tidak ada satu pun yang mau berpasangan dengan anda hanya karena anda belum mandi!

 

4. Sei-za:

Salah satu bagian latihan yang juga sering dianggap remeh adalah “za-gi” (sitting method). Adalah tidak sopan dalam latihan jika kita duduk dalam posisi kaki dijulurkan, terutama ke arah kamiza, posisi dimana instruktur berada (hal yang sama sebenarnya berlaku di Indonesia, dimana mengarahkan telapak kaki kepada orang yang lebih tua adalah hal yang tidak sopan). Hendaknya lakukan “za-gi” dengan benar, punggung tegak, dada tidak membusung, bahu rileks, pandangan ke depan, silangkan ibu jari di bawah bokong segaris dengan tulang punggung, jarak antara lutut ketika duduk dalam posisi sei-za kira-kira dua kepalan tangan.

Selain ketika instruktur sedang mendemonstrasikan tehnik untuk seluruh kelas, duduklah dalam posisi sei-za ketika:

  • Memperhatikan contoh yang diberikan saat shihan mendatangi anda secara personal
  • Menunggu giliran ketika harus berlatih dengan lebih dari satu orang
  • Beristirahat ketika anda benar-benar lelah atau cedera (terkecuali cedera pada kaki, anda tidak dibenarkan untuk menjulurkan kaki atau bersila)
  • Menunggu shihan meninggalkan matras seusai seminar
  • Menunggu shihan melepas hakama-nya jika anda berniat melipatkan, dan ketika anda mengembalikan hakama yang telah dilipat

 

5. Ruangan

Tatalah kamiza dengan baik, sertakan semua perlengkapan yang harus disediakan secara standar, foto O-sensei, kaligrafi Aikido, kami-dana jika hal tersebut tidak menjadi masalah, jo dan bokken beserta katana-kake (rak pedang), beberapa juga menganjurkan tumbuhan berukuran kecil seperti bonsai atau bunga segar sebagai penghias.

Tatalah matras dengan baik agar tidak terjadi masalah selama latihan berjalan. Menurut O-sensei, tempati latihan terbaik adalah tempat yang tenang dan sedemikian rupa menyatu dengan alam, maka ia menganjurkan tempat semi-terbuka, dimana udara bebas dapat masuk dan keluar tanpa hambatan. Perlu diingat juga, karena kita mengenal latihan buki-waza maka ketinggian langit-langit dojo perlu diperhatikan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan ketika berlatih.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: